Senin, 09 November 2009

Jembatan Blang Gleum Julok Terbengkalai, Wabup Aceh Timur Lakukan Sidak

Julok,(Analisa)
Dua unit jembatan di Dusun Sosial, Desa Blang Gleum, Kecamatan Julok, Aceh Timur yang pembangunannya dibiayai dana hibah dari Menko Kesra dilaporkan terbengkalai dan ditinggalkan oleh rekanan.Bahkan saat ini, sejumlah tiang penyangganya roboh ke dasar sungai.
Wakil Bupati Aceh Timur, Nasruddin Abubakar saat melakukan sidak dua unit jembatan tersebut, Kamis (6/11) lalu mengatakan, pembangunan dua unit jembatan itu dilaksanakan oleh kontraktor asal Lhokseumawe. Anggaran yang digunakan bersumber dari dana hibah Menkokesra Rp 16 miliar dengan alokasi proyek senilai Rp 888.690.000.
Akibat jembatan terbengkalai, masyarakat sekitar terpaksa menggunakan jalur transportasi sungai dengan catatan debit air sungai surut, namun bila air pasang, warga tidak bisa melintas sama sekali.

Belum diketahui mengapa pengerjaan pembangunan dua jembatan tersebut terhenti pelaksanaannya. Pemerintah setempat sebelumnya menyatakan semua pekerjaan akan dilanjutkan pasca rekomendasi pihak Kejati Aceh yang telah memeriksa kasus dana hibah Menko Kesra di Aceh Timur ini senilai Rp 16 miliar.
Sementara itu, anggota DPRK Aceh Timur, Abdul Hamid meminta pihak terkait agar bertanggung jawab atas apa yang terjadi di lapangan.
"Kita patut sesali pihak-pihak terkait telah mengabaikan begitu saja proyek dua jembatan BlangGleum ini", ujarnya seraya menambahkan, agar pihak penyidik menurunkan tim kembali melihat secara nyata, terkait apa yang telah dikerjakan rekanan tersebut.
Ditambahkan, hasil laporan warga kepada dirinya, bahwa jembatan itu dikerjakan tidak memenuhi standar. Dimana tidak dipasang besi sebagai penahan.
Buktinya saat ini beberapa tiang yang dicor menggunakan cincin sumur itu telah tumbang dan jatuh ke sungai.

Pada awalnya warga sangat menyambut baik atas dibangunnya dua unit jembatan ini, namun warga mulai menduga proyek ini dibangun tidak sesuai dengan perencanaan, terutama karena tidak memakai besi penyangga.
"Jembatan macam apa ini, kok tidak pakai besi apa bisa tahan dengan beban besar ketika melintas di atasnya," ujar Abdul Hamid.
Ketika melakukan sidak ke sejumlah proyek di sejumlah wilayah di Aceh Timur, Wabup Nasruddin Abubakar mengharapkan kepada semua pelaksana di lapangan agar dapat menjalankan tugas secara baik. (ed)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ulon tuan preh kritik ngoen nasihat jih. Maklum ulon tuan teungoh meuruno.