Jumat, 18 Juli 2014

Boh Rom-Rom Sajian Berbuka di Bulan Puasa Khas Aceh

Boh rom rom

Bulat dan kecil, tidak ketinggalan parutan kelapa dengan isi gula begitulah sekilas yang terlihat dari panganan kue yang satu ini. Ya, bagi sebagian masyarakat Aceh mengenalnya dengan sebutan boh rom-rom, namun ada juga yang menyebutnya boh meucroet atau boh meulaka.

Sajian kue kecil ini memang terbilang lucu, dari sekian banyak namanya masih ada juga yang akrab mengenal kue ini dengan nama boh duek beudeh, ada saja-saja ternyata ya.
Boh rom-rom memang bukan makanan langka, kue kecil yang menjadi pelengkap sebagai cemilan ini sering dijumpai dimana-mana.


Bulan puasa misalnya, boh rom-rom bisa jadi sajian untuk berbuka. Rasanya yang manis dengan isi gula merah, berpadu dengan parutan kelapa menjadi sensasi tersendiri di mulut, apalagi saat gula merahnya pecah. Benar-benar terasa di lidah. Lalu, bahan apa saja untuk membuat si kue kecil imut ini bisa dinikmati saat berbuka. Berikut ini resepnya untuk anda coba:


Bahan dan bumbu:

§  500 gram tepung ketan putih
§  Setengah sendok teh garam
§  100 ml air putih panas
§  80 ml air dingin
§  Air secukupnya buat merebus
§  3 lembar daun pandan
§  Setengah butir kelapa yang sudah parut
§  100 gram gula merah (bisa juga gula tebu) yang diparut kasar
§  2 lembar daun pandan
§  50 ml air


Cara Membuatnya:

§  Campur tepung ketan, garam dan air panas serta aduk sampai rata.
§  Tuang air dingin sedikit demi sekit, dan aduk hingga adonan terasa kalis.
§  Panaskan air bersama dengan daun pandan hingga mendidih.
§  Ambil satu sendok teh adonan, bulatkan dan jangan lupa mengisi dengan gula merah yang sudah diparut kasar ditengahnya.
§  Masukkan adonan yang sudah dibulatkan tadi ke air yang mendidik, masak hingga mengapung dan matang.
§  Jika sudah matang lalu angkat, dan guling-gulingkan diatas parutan kelapa tadi.
Mudah dan simpelkan? itulah resep boh rom-rom selain bisa untuk berbuka di bulan puasa juga bisa jadi cemilan disaat anda berkumpul bersama keluarga. Selamat mencoba! (afi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ulon tuan preh kritik ngoen nasihat jih. Maklum ulon tuan teungoh meuruno.