Sabtu, 23 Mei 2015

Baku Tembak di Pidie, Tiga Orang Berbaju Loreng hilang Nyawa

Jumat, 22 Mei 2015 , 05:52:00
SIGLI - Terjadi kontak senjata anggota TNI dan Polri dengan kelompok Din Minimi di kawasan Desa Gintong, Kecamatan Gorong-Grong, Kabupaten Pidie, Aceh, pada Rabu malam (20/5) dan Kamis dini hari (21/5). Tiga anggota kelompok bersenjata yang diduga kawanan bersenjata itu tewas ditembak.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, tiga korban tewas saat terjadi kontak senjata itu mengenakan baju loreng. Mereka adalah IbrahimYusuf, 42, warga Gampong Cirieh, Kecamatan Delima, Pidie; Subki, 32, warga Dusun Pulo, Aceh Timur; dan Yusliadi, 27, alias Maepong, warga Aceh Timur.

Penyerbuan terhadap kelompok bersenjata itu dipimpin Pasi Ops Kapten (Inf) Nouvi Efendi dan Pasi Intel Arh Edy Syahputra dengan kekuatan 25 personel. Sementara itu, kelompok bersenjata yang diduga anggota Din Minimi lebih kurang 15 orang mengenakan baju loreng hitam.

Kontak senjata personel TNI dan Polri dengan sekitar 15 anggota Din Minimi itu tidak berlangsung lama. Satu jam kemudian, petugas yang melakukan penyisiran menemukan dua mayat dengan luka tembak di kepala. Kamis pagi (21/5) ditemukan lagi satu orang tewas dengan luka tembak di paha kanan.

Kapolda Aceh Irjen Pol Husen Hamidi mengatakan, tiga orang bersenjata itu diduka pengikut Din Minimi. Awalnya, anggota TNI menerima informasi adanya kelompok bersenjata berkekuatan 15 orang bergerak dari arah Desa Pangge Pilok menuju Desa Beureleng, Kecamatan Grong-Grong, Kabupaten Pidie. ’’Meraka teperogok personel polisi dan TNI yang melakukan penyisiran,’’ katanya di Mapolres Pidie.

Ramdani, 40, warga Gintong, Kecamatan Grong-Grong, Pidie, kepada Rakyat Aceh (Jawa Pos Group) mengatakan, sebelumnya dirinya mendengar suara dentuman saat mengisi bensin di SPBU Gintong pukul 00.30 WIB. Dia mengira suara tersebut berasal dari truk yang membongkar batu koral di belakang SPBU. ’’Saya kaget. Saya pikir suara apa itu. Rupanya, di tempat itu ada kontak senjata,’’ jelasnya.

Setelah mengetahui suara itu berasal dari letusan senjata, Ramdani ketakutan. Selesai mengisi bensin, dia tancap gas pulang ke rumah. Menurut dia, lokasi kontak tembak itu agak jauh dari permukiman warga. Karena itu, tambah Ramdani, banyak warga yang tidak mendengar. (mir/mag-58/JPG/c4/diq)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ulon tuan preh kritik ngoen nasihat jih. Maklum ulon tuan teungoh meuruno.