Jumat, 12 Juni 2015

Resep ‘Sambai On Peugaga’ untuk Berbuka Puasa



Sambai berarti sambal dan On Peugaga sendiri adalah daun peugagan atau Daun Tapak Kuda, Daun Antanan (sunda) dalam bahasa latin dikenal dengan nama Centela Asiatica folia. Tapi tunggu dulu, jika anda mengira sambal ini berwarna merah, pedas, dicampur tomat dan lainnya, tentu berbeda dengan sambai on peugaga ini.

Mau tahu cara membuat dan bahan apa saja untuk membuat sambai oen peugag simak penjelasan berikut ini:

Bahan-bahan Sambal:
·         Oen Peugaga segengam (satu bungkusan)
·         Kelapa yang sudah diparut setengah batok
·         Kacang tanah yang sudah digoreng kurang lebih satu gengam
·         Cabe hijau yang diiris sesuai selera
·         Udang kecil yang digoreng satu gengam
·         Daun jeruk 4-5 lembar
·         Bawang merah yang diris tipis
·         Batang rheu (sereh) juga diiris tipis
·         Satu buah jeruk nipis
·         Asam sunti (belimbing wuluh yang sudah hitam)
·         Garam secukupnya

Cara membuatnya:
·         Oen peugaga dipotong kecil-kecil
·         Bawang, asam sunti, garam, cabe hijau, daun jeruk dan sereh dicampur semua jadi dalam satu adonan lalu diulek
·         Tambahkan udang yang sudah dogoreng, kacang, kelapa parut lalu ulek kembali dalam adonan

Selesai dan siap untuk disajikan

Terlebih bulan puasa, sambai oen peugaga sering dijadikan menu favorit untuk lauk disaat menyantap nasi. Rasa pedas, racikan daun-daun cincang, dan paduan asam sunti serta parutan kelapa sungguh terasa dilidah.Bahkan di pasar-pasar tradisional di Aceh, daun peugagan ini juga mudah ditemukan. Biasanya dijual dalam bungkusan daun pisang yang terbilang sangat terjangkau, sekitar Rp 5.000 - Rp 7.000. Cukup mudah bukan untuk mencoba sambal unik dari Aceh ini? selamat mencoba


2 komentar:

  1. Makasih ya atas infonya dapat menambah pengetahuan salam kenal dari Manisan kolang kaling

    BalasHapus
  2. wah, mantab nih kayanya, sama gorengan dimakannya...

    BalasHapus

Ulon tuan preh kritik ngoen nasihat jih. Maklum ulon tuan teungoh meuruno.