Senin, 04 Juli 2016

Seulamat Uroe Raya Idul Fitri

Blogger Atjeh Pusaka Mengucapkan Seulamat Uroe Raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 H.
Meu'ah Lahee  ngon Batein...
Taqabbalallahu Minna Wamingkum...

Jumat, 01 Juli 2016

Dana Otsus Melimpah Tapi Kemiskinan Bertambah

Atjeh Pusaka - “Alokasi Dana Otonomi Khusus Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat itu dibagi 70 persen atau Rp 5.435.541.600.000,00 untuk Provinsi Papua dan 30 persen atau Rp2.329.517.820.000,00 untuk Provinsi Papua Barat,” bunyi keterangan pemerintah dalam RAPBN Tahun Anggaran 2016.

Adapun alokasi Dana Otonomi Khusus Provinsi Aceh dalam RAPBN Tahun 2016 mencapai Rp 7.765.059.420.000,00. Sebelumnya pada tahun 2015, Aceh mendapat Rp 7,0 triliun.

Sejak tahun 2008 sampai 2015 (red- 8 tahun ) Provinsi Aceh sudah menerima dana Otsus lebih kurang berjumlah Rp42,2 triliun.

Rinciannya, pada tahun 2008, Aceh mendapat Rp3,5 triliun. Kemudian Tahun 2009 dialokasikan sebesar Rp3,7 triliun. Pada tahun 2010 meningkat menjadi Rp3,8 triliun. Meningkat lagi di tahun 2011 menjadi Rp 4,5 triliun.

Selanjutnya pada tahun 2012, dana Otsus Aceh bertambah menjadi Rp5,4 triliun. Untuk tahun 2013 bertambah lagi di angka Rp6,2 triliun.
Pada tahun 2014, dana Otsus Aceh berjumlah Rp8,1 triliun. Tahun 2015 alokasi dana Otsus Aceh mengalami penurunan menjadi Rp7 triliun. Kemudian tahun 2016, Pusat akan tambah Dana Otsus Aceh menjadi Rp7,7 triliun

Aceh Termiskin ke 2 di Sumatera, Urutan 7 di Indonesia
Data Angka Kemiskinan Januari 2016
Direktur IDeAs Munzami Hs mengungkapkan Aceh menempati urutan tertinggi kedua di Sumatera setelah Bengkulu (17,16 persen), sedangkan di Indonesia.
“Aceh menempati urutan ke tujuh provinsi termiskin, dibawah Nusa Tenggara Barat (16,54 persen). Tiga provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi pada September 2015 masing-masing yaitu Papua 28,40 persen, Papua Barat 25,73 persen, dan NTT 22,58 persen,” ujarnya
Menurutnya, kemiskinan Aceh masih jauh di atas rata-rata nasional. (11,13 persen) Berdasarkan data BPS Aceh Pada September 2015, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Aceh mencapai 859 ribu orang (17,11 persen), bertambah sebanyak 8 ribu orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2015 yang jumlahnya 851 ribu orang (17,08 persen). Selama periode Maret 2015 – September 2015.
“Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan mengalami penurunan sebesar 0,21 persen (dari 11,13 persen menjadi 10,92 persen), dan di daerah perdesaan mengalami peningkatan 0,12 persen (dari 19,44 persen menjadi 19,56 persen),” katanya
Lebih lanjut kata Munzami kondisi tingginya angka kemiskinan ini merupakan salah satu indikator tingkat kesejahteraan masyarakat Aceh yang masih terjerat dengan persoalan kemiskinan.
“Jika dibandingkan dengan aliran dana APBA belasan triliun yang mengalir ke Aceh tiap tahunnya, maka berlimpahnya anggaran masih belum berdampak positif terhadap penurunan angka kemiskinan. Termasuk persoalan pengangguran yang merupakan salah satu penyebab kemiskinan, Aceh menempati urutan tertinggi angka pengangguran di Indonesia (9,93 persen),” sebutnya
Ia menambahkan, Bila APBA/APBK ataupun Dana Otsus tidak dikelola tepat sasaran dan profesional, maka akan berdampak lebih buruk terhadap kesejahteraan rakyat Aceh di masa depan, karena perlu diketahui, mulai tahun 2023 mendatang Aceh hanya akan menerima 1 persen Dana Otsus dari DAU nasional.
“Aliran Dana Otsus sebesar 2 persen hanya tinggal 7 tahun lagi hingga tahun 2022 dari total 20 tahun Dana Otsus yang akan diterima Aceh (2008 – 2027),”tambah Munzami.
Ia juga berharap semoga kebijakan anggaran yang sedang dibahas oleh eksekutif dan legislatif di Aceh untuk tahun anggaran 2016 ini berorientasi terhadap penanggulangan kemiskinan dan pengangguran. “Semoga APBA/APBK benar-benar pro-rakyat miskin,” pungkasnya

Selasa, 28 Juni 2016

10 Air Terjun Yang Terindah Di Aceh

1. Air Terjun Suhom ( Aceh Besar )
Air terjun ini terdapat di daerah aceh besar. tetapi tidak terlalu jauh dari ibu kota aceh, yaitu banda aceh. dari banda aceh menuju ke lokasi air terjun ini lebih kurang 1 jam. jalan menuju ke air terjun ini juga bagus. kalau main ke aceh, rugi kalau tidak datang ke tempat ini. setiap hari libur, banyak orang yang datang ke sini untuk menikmati panorama alamnya yang dapat membuat pikiran dan beban yang ada di kepala hilang.

2. Air Terjun Akang Siwah ( Gayo Lues )
Alam Air Terjun Akang Siwah Objek wisata ini merupakan wisata alam/ekowisata yg mempesona, dan masih sangat alami, cocok bagi yang menginginkan ketenangan dan merasakan kesejukan udara disini. wisata alam air terjun akang siwah hanya berjarak 6 Km dari Ibukota kabupaten yaitu Blangkejeren, Air Terjun ini memiliki panorama tiga(3) tingkat (8m, 14m dan 80m). 

3.Air Terjun Kuta Malaka ( Aceh Besar )
Air Terjun Kuta Malaka merupakan air terjun yang terletak di Kuta Malaka Kecamatan Samahani Kabupaten Aceh Besar yang berada pada ketinggian lebih kurang 600 m dpl, dengan bentuk bertingkat-tingkat.  Namun kata masyarakat setempat mencapai 7 tingkat dan bahkan ada yang mengatakan 20 tingkat.Untuk dapat berkunjung ke tempat wisata indah ini pengujung harus menempuh perjalan sejauh lebih kurang 30 km dari pusat kota Banda Aceh. Hampir setiap hari minggu atau hari libur, tempat ini ramai di kunjungin, baik masyarakat lokal, maupun luar kota. Memang Sungguh Indah Alam Nanggroe Aceh Darussalam.

4. Air Terjun Pucok Krueng ( Abdya )
Objek wisata air terjun Pucok Krueng yang berlokasi di Gampong Alue Laseh, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dalam beberapa tahun terahir ini menjadi kawasan waisata yang paling diincar para wisatawan lokal. Pasalnya, selain lokasi yang mudah dijangkau, suasana di kawasan objek wisata dimaksud juga masih tampak asri.

5. Air Terjun Tansaran Bidin ( Bener Meriah )
Air Terjun Tansaran Bidin terletak di Desa Tansaran Bidin, Kec. Bandar Kabupaten Bener Meriah dengan ketinggian mencapai 50 M menobatkannya menjadi Air Terjun Paling Tinggi di Kabupaten Bener Meriah. Lokasinya tidak jauh dari Pondok Baru yang merupakan Ibukota Kec. Bandar Kab. Bener Meriah tapi karena sarana jalan yang belum memadai, untuk mencapai lokasi air terjun terpaksa ditempuh dengan jalan kaki selama kira-kira 1,5 jam (tergantung kekuatan kaki dan kecepatan langkah masing²) jalan menuju ke lokasi air terjun yang berhutan dan agak berbukit membuat liburan anda makin penuh dengan petualangan 

6. Air Terjun Terujak ( Aceh Timur )
Objek Wisata Air Terjun Terujak merupakan Tempat wisata yg berudara sejuk, serta mempunyai pemandangan hutan alam yg indah. Air Terjun Terujak berada di Desa Terujak, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, Cara Menuju Lokasi bisa Menggunakan kendaraan mobil ataupun sepeda motor, Dilokasi wisata ini selain air terjun yg indah, terdapat juga tempat pemandian air panas yg bersumber dari belerang dilereng gunung, dan juga terdapat tempat pemandian air dingin.

7. Air terjun Lae Gecih ( Aceh Singkil  )
Air terjun Lae Gecih obyek wisata ini. Berlokasi di desa kuta tinggi / lae gecih kecamatan simpang kanan. Jarak dengan ibukota kabupaten yaitu kira2 90 km dan kecamatan 20 km. kegiatan masyarakat di daerah ini mayoritas budidaya ikan air tawar dan bertani, sehingga wisatawan yang berkunjung di daerah ini dapat melihat kegiatan pedesaaan.

8. Air Terjun SKPC ( Subussalam )
Air Terjun SKPC dikelilingi perkebunan kelapa sawit dan salak pondoh milik transmigrasi setempat itu terlihat indah meski belum tertata rapi. Obyek wisata yang berada sekitar delapan km dari pusat Kota itu ramai dikunjungi masyarakat setiap hari libur. Lokasi air terjun SKCP yang berada di kawasan kampung SKPC Kecamatan Penanggalan, tidak begitu jauh dari pusat kota itu bisa dijadikan tempat rekreasi karena alam sekitarnya indah dikelilingi perkebunan kelapa sawit dan salah pondoh milik masyarakat setempat. Subulussalam berada diperbatasan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dengan Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Kota ini baru definitif dan terpisah dari Kabupaten induk Aceh Singkil. Komoditi dominan daerah kelapa sawit, di samping pertanian. Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam kini sedang giat membangun berbagai fasilitas publik, sehingga terlihat indah pusat kota “transit” yang berbatasan dengan Aceh Singkil,Aceh Selatan, Aceh Tenggara dan Provinsi Sumut itu dinilai strategis prospeknya ke depan. 

9. Air Terjun Sabang ( Pulau Weh )
Sungai Pria Laot berhulu dari Gunung Sarung Keris. Di tengah-tengah hutan, teidak terlalu jauh dari desa Pria Laot, sungai tersebut berubah menjadi air terjun bertingkat yang menakjubkan. Disana Anda dapat berenang di bawah air terjun, atau sekedar menikmati suasanan hutan lindung dengan kupu-kupu yang bertebaran di sekelilingnya. Air terjun tesebut terletak 1,7 km dari jembatan Pria Laot. 

10  Air Terjun Mengaya ( Aceh Tengah-Takengon)
Air Terjun Mengaya ini Terletak di Desa Mengaya, Kec.Bintang. Kabupaten Aceh tengah berdekatan dengan obyek wisata Danau Lut Tawar. Melalui jalan setapak yang sudah beraspal, pengunjung bisa menikmati panorama hutan yang asri dan udara yang sejuk di sepanjang jalan menuju lokasi air terjun ini. (sumber: Aceh Info)

Senin, 27 Juni 2016

Jeungki: Alat Penumbuk Padi Tradisional di Aceh

Atjeh Pusaka - Jeungki, salah satu alat penumbuk padi. Dulunya biasa digunakan orang Aceh di daerah pedesaan, kini  mulai langka di Aceh Utara dan daerah lainnya. Kelangkaan itu terjadi selama menjamurnya kilang padi mini (mesin gilingan gabah ukuran kecil) di berbagai desa, sehingga ibu rumah tangga cenderung membawa gabah kering giling ke kilang mini yang prosesnya lebih cepat.
Masyarakat Aceh membuat Jeungki dari  pohon kayu mene yang dibuat dengan bagus dan penuh dengan seni.  Panjang Jeungki 2,5 meter dengan di ujungnya dibuat alu, biasanya untuk alu kayu yang lebih lunak diujungnya dibuat lesung juga dari pohon kayu mane atau kayu lainnya. Dulunya, tiap rumah memiliki Jeungki, karena dengan Jeungki proses penumbukan gabah (padi) lebih  murni. Lebih-lebih kalau mendekati hari lebaran, banyak ibu rumah tangga di daerah pedesaan, mulai melakukan kegiatan menumbuk tepung (top teupong) sebagai bahan baku berbagai jenis kue persiapan dalam menyambut  tamu  lebaran yang datang ke rumahnya.
Selain dijadikan sebagai alat penumbuk gabah kering giling dan teupung, Jeungki bagi masyarakat Aceh terutama bagi ibu rumah tangga dan dara gampong, dapat juga dijadikan sebagai sarana olah raga, sebab  dengan adanya sitem penumbukan padi  dalam bahasa Aceh disebut  (Rhak Jeungki) dapat menguatkan otot-otot dan gerakan anggota tubuh bagi wanita gampong secara rutin, juga menjadi sebuah penghematan ekonomi dalam rumah tangga.
Kebiasaan wanita desa ramai-ramai melakukan top teupong sebagai menu kue persiapan menyambut hari lebaran, dalam sebuah jeungki ada empat-sampai lima wanita bekerja secara saling membantu. Bagi para gadis berdiri menginjak di ujung jeungki, sementara ibu rumah tangga duduk di pinggir lesung menjaga tepung sambil menghaliskan (hayak). Dengan adanya Jeungki juga menjadi  budaya saling membantu atau bekerjasama ibu rumah tangga dalam segala hal. Namun, selama langkanya Jeungki bagi wanita desa mulai renggang pula keakraban dan kebersamaan di dalam gampong.(Sumber: Aceh Info)