Selasa, 16 Juni 2015

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1436 H


Pemerintah Aceh Diminta Alokasikan Tanah Untuk Mantan Anggota GAM

Atjeh Pusaka - Jakarta
Senator asal Aceh, Drs H Tengku Ghazali Abbas Adan mengingatkan pemerintah pusat, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) / Badan Pertanahan Nasional (BPN) mendorong Pemerintah Provinsi Aceh, merespon tuntutan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) untuk mengalokasikan tanah pertanian sesuai dengan MoU Helsinki.

“Dalam MoU Helsinki, mereka akan menerima tanah di Aceh, bukan di daerah lain. Masih banyak tanah kosong di Aceh. Tanah itu untuk kehidupan mereka.Sayangnya, sampai sekarang MoU itu belum terjadi,” ujar Tengku Ghazali lewat siaran persnya yang diterima atjeh pusaka hari senin, 15/6/2015
Politikus senior yang juga Senator Aceh priode 2014-2019,  Alumni Universitas Islam Negeri Aceh, Syarif Hidayatullah. menegaskan, Pemerintah RI harus mengalokasikan tanah pertanian kepada Pemerintah Aceh guna memperlancar reintegrasi mantan pasukan GAM ke dalam masyarakat.
“Semua mantan pasukan GAM akan menerima alokasi tanah pertanian yang pantas, pekerjaan atau jaminan sosial yang layak dari Pemerintah Aceh apabila mereka tidak mampu bekerja,” demikian butir MoU, ujar Ghazali Abbas yang juga  mantan anggota DPR RI selama 2 (dua) priode itu.
Pria kelahiran Pidie tanggal 15 Oktober 1951 ini melanjutkan, akhir-akhir ini terjadi gejolak di Aceh. Kembali terjadi tembak-menembak. Mantan kombatan menuntut keadilan kepada pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Sebagian mereka memang masih terlantar. Pembagian tanah masalah krusial di sana. Pemerintah pusat harus mendorong pemerintah provinsi agar menjadikannya prioritas.

“Saya sangat memohon kepada Kementerian ATR / BPN memberikan lampu hijau, agar pemerintah provinsi Aceh merespon tuntutan mereka. Umumkan kepada mereka tuan-tuan, mantan kombatan menerima sekian hektar tanah. Supaya tidak ada lagi alasan kita bertindak tak adil kepada mereka. Kalau tidak, alasan mereka bisa macam-macam. Kalau begini terus menerus, keamanan di Aceh akan terganggu. Kembali terjadi gejolak atas nama ketidakadilan,” ujarnya saat rapat dengar pendapat di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, kemarin.
Dikatakan, sebenarnya tidak semuanya mantan Kombatan GAM menuntut. Sebagian tidak menuntut butir MoU seperti jadi tentara, polisi. Tapi, mentalitas sebagian mereka begitu. Bagi mereka, MoU mirip Al Qur’an. Apa pun tuntutan mereka, MoU pegangan sebagai landasan.
“Saya berkali-kali menjelaskan kepada mereka, MoU bukan Al Qur’an, juga bukan undang-undang, tapi mereka enggak menggubris. Mereka selalu menyalahkan pemerintah pusat. Sedikit-sedikit Jakarta tidak ikhlas, begitu bahasa mereka. Tapi bahasa saya, Aceh kaya tapi mengapa rakyatnya masih tetap miskin? Setelah MoU, kenapa tidak terangkat kesejahteraan mereka? Salah siapa?
Saya anti-militeristik ketika konflik Aceh terjadi dulu, tapi saya dituduh orang GAM, bukan orang RI. Tahun 2004, saya nyalon DPD RI, tapi dipaksa coret. Saya tetap kritisi mereka,” ujar Ghazali Abbas.
Dalam kesempatan tersebut, Inspektur Wilayah II Kementerian ATR/ BPN, Erna Muchniarty Mochtar SH MSi juga menjelaskan, ini sebenarnya kewenangan Pemerintah Provinsi Aceh, bagaimana menyejahterakan rakyat Aceh melalui MoU.

“Pak Ghazali pun bisa mengusulkan kepada pemerintah provinsi Aceh agar mantan kombatan ikut transmigrasi lokal agar mereka minimal dapat dua hektar tanah. Mungkin ini jalan yang terbaik, kami akan mendorong ke situ,” tegas Erna. (AP)

Minggu, 14 Juni 2015

Aneka Jenis Makanan dan Minuman Tradisional Khas Aceh

Atjeh Pusaka - Aceh adalah wilayah yang mempunyai beragam kekayaan alam, kekayaan ilmu pengetahuan, kekayaan budaya dan kekayaan agama yang sangat tinggi. Hal inilah yang membuat Aceh menjadi daerah yang spesial dari zaman kerajaan, penjajahan hingga zaman modern sekarang ini. Kota yang mendapat julukan "Serambi Mekkah" ini selain terkenal dengan wisata budaya juga tidak ketinggalan dengan wisata kulinernya. Beraneka ragam sajian kuliner yang membuat lidah kita bergoyang. Maka tidak heran kalau kita berkunjung ke Aceh akan didapatkan makanan khas Aceh. Apa saja makanan & minuman tradisional khas Aceh tersebut, yuk kita bahas 17 macam diantaranya..


1. Mie Aceh
Mie Aceh, satu jenis kuliner yang menggoda dari Aceh, dapat dicicipi dengan dua cara, yakni di goreng atau direbus alias menggunakan kuah. Untuk rasa bisa memilih sendiri, apakah ingin pedas atau tidak. Sebagai variasi bisa meggunakan kepiting, daging atau seafood. Variasi inilah yang nanti menentukan nama mienya.


2. Sate Matang
Sate matang sudah bergema di setiap kota seluruh Aceh, medan bahkan Jakarta. Di mana ada masyarakat Aceh bermukim di kota-kota besar di Indonesia. Pasti ada gerobak yang bertulis sate “sate matang” . Dinamakan sate matang karena asalnya dari daerah Matang, Bireuen. Yang bikin special sate ini karena makanya dengan kuah soto. Di Banda Aceh, banyak warung yang menyediakan makanan ini, salah satunya adalah di Rex Peunanyong.


3. Kuah Pliek U
Kuah Pliek 'U adalah makan aceh yang sangat populer dengan campuran berbagai rasa dan kaya akan vitamin serta zat-zat yang bisa meningkatkan gairah dan kekebalan tubuh. Selain itu juga Kuah Pliek 'U juga merupakan makanan yang melambangkan kekerabatan dan keanekaragaman dalam masyarakat Aceh yang dapat disatukan dalam satu kuali, sehingga mengasilkan rasa yang unik dan digemari oleh seluruh masyarakat di luruh dunia. kuah Pliek 'U juga merupakan media memperkenalkan hasil alam Aceh yang begitu kaya akan jenis sayurnya sehingga dengan menyantap kuah Piek 'U berarti kita telah menyantap seluruh sayuran yang ada di Aceh. Masakan ini wajib dimakan, karena pergi ke Aceh tanpa makan Kuah Pliek 'U, sama seperti belum pergi ke Aceh. Masakan ini sangat mudah didapatkan, 90% rumah makan di Aceh pasti menyediakan Kuah Pliek 'U.


4. Gulai Kambing
Gulai kambing Aceh mempunyai rasa yang khas, karena memakai bumbu khas Aceh. dimasak dengan menggunakan kuali besi yang besar dan terus di panaskan. Artinya kapanpun anda pesan gulai kambing selalu dihidangkan dalam keadaan panas, daging kambing nya pun empuk dan tidak bau.
Anda juga akan di hidangkan daging rebus cincang yang di campur dengan bawang dan cabe rawit tumbuk serta jeruk nipis sebagai pelengkap gulai kambing. Kalo berkunjung ke Banda Aceh jangan lupa untuk mencicipi hidangan yang satu ini.


5. Kuah Masam Keu-eung
Masakan Asam Pedas adalah masakan yang ada hampir diseluruh Indonesia, bahkan Asia Tenggara dengan nama bermacam-macam. Di Aceh Masakan ini bernama Asam Keueung atau Masam Keueung yang arti secara harfiah adalah Masam Pedas.

6. Kuah Sie Itek
Masakan Itik atau Bebek sangat banyak ragam dan macamnya di Nusantara. Tapi yang ini jelas beda karena masakan bebek ini punya resep sendiri dari Aceh. Gule itek dari Aceh yang paling terkenal dating dari Bireun di daerah ini bumbunya sangat terasa. Penasaran? Anda bisa langsung mencobanya di restoran-restoran khas Aceh yang ada di sekitar tempat tinggal anda


7. Ayam Tangkap
Ayam tangkap merupakan makanan khas Aceh Besar, terbuat dari ayam yang di goreng dengan cabe hijau dan daun Teumuru atau Salam Koja atau Daun Kari (orang Aceh menyebutnya Teumuru sementara 2 nama lainnya saya dapat dari. Rasanya memang seperti ayam goreng biasa ditambahi aroma daun teumuru dan cabai hijau sehingga mempunyai sensasi rasa tersendiri. Ayamnya dipotong kecil-kecil sehingga tersembunyi dibalik tumpukan daun teumuru dan cabai hijau goreng serta taburan bawang goreng di atasnya, mungkin karena tersembunyi itulah maka dinamakan ayam tangkap
.

8. Rujak Aceh
Anda tentu tak asing lagi dengan rujak. Kudapan sehat itu terbuat dari aneka buah segar yang dicocol dengan sambal gula merah yang menggoda. Namun, pernahkah Anda mencoba rujak Aceh? Berbeda dengan rujak yang biasa kita makan, rujak Aceh ini memiliki ciri khas tersendiri yang membuat rasanya berbeda dan rujak pada umumnya.
Yang membuat rujak Aceh berbeda adalah buah yang dipakai. Rujak Aceh menggunakan buah rumbia khas Aceh. Buah yang daunnya digunakan untuk membuat atap rumah ini diserut bersama buah-buahan lainnya.
Rujak Aceh sudah menjadi makanan tradisional di daerah ini sejak lama. Makanan ini nikmat dimakan dalam keadaan dingin atau dicampur dengan es serut dengan siraman saus rujak dan dinikmati di siang hari yang terik.


9. Martabak Aceh
Martabak ini adalah martabak khas Aceh yang berbeda dari martabak yang biasa kita kenal. Bagaimana dengan cita rasa makanannya? Martabaknya tentu berbeda dengan martabak yang biasa kita temui. Dengan bahan dasar roti Cane, Sedangkan martabaknya sepintas mirip dengan telor dadar biasa, tapi ketika digigit baru terasa perbedaannya. Martabak ini menggunakan roti cane sebagai "kulitnya", dan dengan rasa yang gurih dan sedikit pedas, martabak aceh ini enak untuk disantap sebagai cemilan dan Sangat dianjurkan dinikmati dengan Coffee.


10. Ungkot Kemamah
Ungkot Kemamah merupakan masakan khas Aceh lainnya dengan cita rasanya yang sangat menantang. Persis seperti bentuknya, ikan kemamah terbuat dari ikan tuna yang telah direbus dan dikeringkan yang kemudian diiris-iris. Ikan kemamah dapat dimasak dengan menggunakan berbagai bahan masakan, seperti santan kelapa, kentang, cabai hijau dan bahan rempahan lainnya. Selama perang Aceh melawan Belanda di hutan belantara, jenis masakan ini sangat terkenal karena sangat mudah dibawa dan dimasak.


11. Kue Adee / Bingkang
Kue tradisional sejenis bingkang manis ini, hanya bisa ditemui di Aceh, khususnya di kawasan kabupaten Pidie Jaya. Namanya pun tak susah untuk dilafal, yakni Adee.
Adee merupakan jenis kue bertekstur lembut, legit, dan manisnya berasal dari gula asli.
Sepintas kue ini mirip dengan bingkang. Adee bisa menjadi paduan enak saat menyeruput segelas kopi atau teh. Juga bisa menjadi hidangan istimewa untuk menjamu tamu. Atau pun sebagai oleh-oleh untuk teman dan kerabat di luar kota.


12. Kue Timphan
Hidangan kue khas Aceh disaat lebaran atau hari raya baik hari raya Idul fitri maupun Idul Adha, Timphan ini dibuat 1 atau 2 hari sebelum lebaran dan daya tahannya bisa mencapai lebih kurang seminngu,Timphan adalah menu hidangan utama buat tamu yang berkunjung kerumah saat lebaran.

Timphan yang merupakan makanan lembek berbalut daun pisang muda ini yang paling terkenal adalah Timphan rasa srikaya. Sebelum menjelang lebaran bisanya ibu-ibu sudah menyiapkan daun pisang muda baik memetik di kebun atau beli dipasar


13. Keukarah 
Keukarah atau karah adalah penganan terbuat dari campuran tempung dan santan berbentuk lembing berukuran satu telapak tangan orang dewasa. Kue ini adalah salah satu jajanan khas Aceh yang mirip dengan serabut atau sarang burung. Rasanya sangat renyah, manis, garing, dan rapuh. Karena bentuknya yang unik, kue ini sering dijadikan oleh-oleh yang bisa dibawa ke mana saja.
Penyajian kue ini sering dijumpai pada pesta pernikahan sebagai hantaran dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan. Selain itu menjelang hari raya atau acara adat dan Kenduri Aceh,kue ini juga tak pernah absen dalam penyajian kudapan Penyajian kudapan ini juga dapat ditemui pada acara penyambutan tamu atau sebagai teman minum teh.


14. Bhoi 
Bhoi adalah bolu khas dari Aceh. Penganan ini memiliki bentuk aneka ragam.[1]Ada yang berbentuk Bunga, Bintang, Hewan dan sebagainya. Ciri khas Kue boi ini adalah teksturnya yang kasar dan ukurannya yang lebih kecil serta padat jika dibandingkan dengan kue yang lainnya.   
Dahulu kue Bhoi ini biasa dijadikan seserahan yang diberikan oleh mempelai pria kepada mempelai  wanita  pada acara pernikahan. Tapi seiring dengan perkembangan  zaman, Kue ini beralih fungsi menjadi buah tangan jika berkunjung ke rumah sanak saudara, Khitanan maupun Kelahiran.
Proses pembuatan kue ini tergolong cukup rumit dan tidak setiap orang bisa membuatnya. Karena itu diperlukan keuletan dan kesabaran dalam pembuatannya Walaupun begitu kue ini masih bisa ditemukan di pasar-pasar tradisional maupun dipesan langsung pada pembuatnya.


15. Meuseukat 
Meuseukat adalah Penganan khas Aceh sejenis dodol dikarenakan tekstur yang lembut dan rasanya manis. Rasa manis ini didapat dari buah nanas yang digunakan dalam pembuatannya sehingga kue ini disebut juga dodol nanas. Warna kue ini adalaha putih karena hanya menggunakan tepung terigu tanpa pewarna makanan. warnanya yang kuning dikarenakan buah nanas yang digunakan sebagai campuran.
Seperti halnya makanan dari daerah lain, Meuseukat ini juga memiliki filosofi tersendiri yang kemudian menempatkannya dalam kasta tertinggi kue tradisional khas Aceh.
Dalam memperlakukan tamu masyarakat Aceh dikenal dengan kesopanannya yang tinggi. Tidak hanya dari perilakunya tetapi juga dari penyajian makanannya.  Warna putih kue inilah yang kemudian diartikan sebagai kejernihan hati masyarakat Aceh saat menyambut tamu.
Berdasarkan makna filosofi diatas maka penyajian kue ini hanya dihadirkan pada saat-saat tertentu. Yang paling utama adalah Penyambutan tamu. Selain itu pernikahan juga tidak lepas dari kehadiran panganan ini yaitu sebagai hantaran. Kue ini juga bisa didapati pada perayaan hari raya besar seperti Idul Adha dan Idul Fitri. Tujuannya tidak lain adalah untuk menyambut keluarga dan handai taulan yang bersilaturahmi.

16.  " Bulukat Kuah Tuhe "

Bulukat kuah tuhe merupakan kuliner warisan yang sangat penulis sukai. Bulukat Kuah Tuhe merupakan makana santan dicampur santan, pisang atau nangka masak dan gula. Dimakan dengan bulukat (beras ketan yang sudah dimasak) rasanya sangat gurih.

Hampir setiap daerah di Aceh mengenal kuliner yang satu, Biasanya sering disajikan waktu acara2 besar seperti memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, dan Bulan Ramadhan. Bulukat kuah tuhe enak dinikmati setiap saat, tanpa mengenal musim.
Untuk itu sering2lah berkunjung ke Aceh untuk bisa mencicipinya. Kuliner satu ini cukup enak dinikmati dimana dan kapan saja. 

17. Kupi Aceh
Jangan mengaku pecandu kopi jika belum pernah merasakan nikmat dan kedahsyatannya kupi Aceh. Aceh dari dulu memang terkenal sebagai salah satu penghasil kopi terbesar di Indonesia, dengan cita rasanya yang khas dan aroma yang kuat, seperti kopi Aceh Gayo.

Kupi Aceh pada dasarnya sama dengan kopi-kopi pada umumnya. Namun, karena cara penyajiannya yang agak berbeda, kupi Aceh memiliki perbedaan rasa malah di dalamnya terdapat kandungan anti toksin, menambah stamina tubuh dan dapat mengencangkan kulit.

Kupi aceh sangat spesial rasanya karena Anda tidak akan menemukan kopi senikmat kopi aceh di daerah manapun di Indonesia. Hal menarik saat menikmati kopi di Aceh adalah dengan bersantai dan bercanda dengan teman-teman dan kerabat. Menikmati kopi di Aceh adalah pengalaman yang unik dan langka. (ADR)

Jumat, 12 Juni 2015

Resep Ikan Keumamah Aceh

Atjeh Pusaka

Resep Ikan Keumamah Aceh ini adalah resep masakan Tradisional Aceh yang merupakan makanan jenis ikan yang khas di daerah tersebut. 

Keumamah adalah masakan khas Aceh yang dibuat dari bahan baku ikan. Ikan yang digunakan biasanya adalah ikan tongkol yang dikeringkan dengan cara dijemur, lalu direbus dan kemudian disalai. 

Berikut ini adalah 2 buah Resep Ikan Keumamah Aceh yang bisa anda coba masak langsung di rumah anda sebagai hidangan spesial untuk keluarga anda. 


     Resep 1:

Bahan Ikan Keumamah Aceh:

  • 2 Potong Ikan Keumamah (Ikan Kayu)
  • 2 Tangkai Daun Kari

Bahan Bumbu Giling:

  • 1 Genggam Cabe Rawit
  • 2 Genggam (Giling Kasar) Asam Sunti
  • 2 Siung Bawang Merah
  • 2 Buah Cabe Merah
  • ½ Sendok Teh Kunyit

Bahan Bumbu Rajang:

  • 3 Siung Bawang Merah
  • 5 Buah Cabe Hijau

Cara Membuat Ikan Keumamah Aceh:

  • Iris Tipis-Tipis Keumamah
  • Rendam Irisan Keumamah Dalam Air Hangat Selama 5 Menit
  • Tumis Bumbu Giling
  • Masukkan Keumamah Dan Air Secukupnya.
  • Masukkan Bumbu Rajang dan Daun Kare.                                                                                                                                                                                 
    Resep 2 :   
                                                                                                     RESEP TUMIS IKAN KEUMAMAH MASAKAN KHAS ACEH
  1. Bahan dan Bumbu :                  
    • 500 gram ikan tongkol kering (ikan kayu/ keumamah), suwir-suwir
    • garam secukupnya
    • air perasan jeruk nipis
    • 8 buah cabai hijau, belah dua
    • 500 gram kentang, potong-potong
    • 10 buah asam sunti
    • 3 buah belimbing wuluh, potong-potong
    • 5 butir bawang merah, iris
    • 8 lembar daun kari/ salam koja
    • 150 ml santar dari ½ butir kelapa
    • 5 sdm minyak untuk menumis
    Haluskan :
    • 7 butir bawang merah
    • 3 siung bawang putih
    • 1 sdt ketumbar
    • 15 buah cabai rawit
    • 5 buah cabai merah
    • 1 sdt kunyit bubuk
    CARA MEMBUAT :
    1. Campur ikan denagn air jeruk nipis, sedikit garam dan bumbu halus, aduk rata.
    2. Panaskan minyak, tumis bawang merah dan daun kari hingga harum. Masukkan ikan dengan bumbunya bersama cabai hijau, kentang, asam sunti dan belimbing wuluh, aduk.
    3. Tuangkan santan, masak dengan api sedang hingga matang dan bumbu meresap. Angkat dan hidangkan. (selamat mencoba)

Resep ‘Sambai On Peugaga’ untuk Berbuka Puasa



Sambai berarti sambal dan On Peugaga sendiri adalah daun peugagan atau Daun Tapak Kuda, Daun Antanan (sunda) dalam bahasa latin dikenal dengan nama Centela Asiatica folia. Tapi tunggu dulu, jika anda mengira sambal ini berwarna merah, pedas, dicampur tomat dan lainnya, tentu berbeda dengan sambai on peugaga ini.

Mau tahu cara membuat dan bahan apa saja untuk membuat sambai oen peugag simak penjelasan berikut ini:

Bahan-bahan Sambal:
·         Oen Peugaga segengam (satu bungkusan)
·         Kelapa yang sudah diparut setengah batok
·         Kacang tanah yang sudah digoreng kurang lebih satu gengam
·         Cabe hijau yang diiris sesuai selera
·         Udang kecil yang digoreng satu gengam
·         Daun jeruk 4-5 lembar
·         Bawang merah yang diris tipis
·         Batang rheu (sereh) juga diiris tipis
·         Satu buah jeruk nipis
·         Asam sunti (belimbing wuluh yang sudah hitam)
·         Garam secukupnya

Cara membuatnya:
·         Oen peugaga dipotong kecil-kecil
·         Bawang, asam sunti, garam, cabe hijau, daun jeruk dan sereh dicampur semua jadi dalam satu adonan lalu diulek
·         Tambahkan udang yang sudah dogoreng, kacang, kelapa parut lalu ulek kembali dalam adonan

Selesai dan siap untuk disajikan

Terlebih bulan puasa, sambai oen peugaga sering dijadikan menu favorit untuk lauk disaat menyantap nasi. Rasa pedas, racikan daun-daun cincang, dan paduan asam sunti serta parutan kelapa sungguh terasa dilidah.Bahkan di pasar-pasar tradisional di Aceh, daun peugagan ini juga mudah ditemukan. Biasanya dijual dalam bungkusan daun pisang yang terbilang sangat terjangkau, sekitar Rp 5.000 - Rp 7.000. Cukup mudah bukan untuk mencoba sambal unik dari Aceh ini? selamat mencoba