Senin, 07 Desember 2009

Ratusan Massa Unjukrasa ke Pendopo Bupati dan DPRK Aceh Timur



Cetak

Email

Ratusan massa dari 23 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur unjukrasa ke pendopo bupati dan gedung DPRK setempat, Senin (7/12).

Mereka menuntut agar Bupati Aceh Timur, Muslem Hasballah segera pindah ke ibu kota kabupaten, Idi Rayeuk, dibubarkannya tim asistensi, mempertanyakan realisasi dana alokasi khusus (DAK) tahun 2008 sebesar Rp49 miliar dan bantuan dana hibah dari Menkokesra sebesar Rp16 miliar.

Pantauan Analisa, para pengunjukrasa dengan menumpang angkot, dam truk, mobil pickup dan sepeda motor tiba pendopo Bupati Aceh Timur sekitar pukul 12.00 WIB.

Aksi unjukrasa ini dikawal oleh petugas Polres Aceh Timur dipimpin Kapolres, AKBP Ridwan Usman, dan aparat Polresta Langsa dipimpin Kapolres AKBP Yosi Muhamartha, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Aceh Timur, yang sudah sejak pukul 09.00 WIB berada di pendopo dan di gedung DPRK Aceh Timur di Langsa.

Koordinator lapangan (Korlap) pengunjukrasa, Muzakir Daud dan jurubicara aksi damai ini, Viust dalam orasinya mengatakan, sejak kepimpinan Bupati Muslem Hasballah masih ada warga belum merasakan pemerataan pembangunan terutama fasilitas pendidikan, dimana anak-anak masih menggunakan sandal jepit ke sekolah dan warga masih hidup di bawah garis kemiskinan. Sementara penyelesaian dana hibah, bila bupati tidak mampu menyelesaikan kasus tersebut diminta turun dari jabatannya sekarang.

Menyangkut pelayanan sosial bagi kepentingan masyarakat dinilai kurang memuaskan. Pascapemekaran pelayanan masih banyak dilakukan di Kota Langsa daripada di pusat ibu kota kabupaten, Idi Rayeuk. Hal itu membuat warga yang ingin mendapatkan pelayanan kewalahan dan memerlukan biaya besar.

Disampaikan, pada tahun 2008 lalu pemerintah pusat memberikan dana miliaran rupiah, tapi dana tersebut ternyata di kembalikan lagi ke pusat, padahal masyarakat sangat membutuhkan dana itu.

Usut Penyelewengan

"Kami atas nama masyarakat Aceh Timur meminta kepada KPK, Kejari, Kejati dan pihak kepolisian untuk segera mengusut sejumlah dugaan penyelewengan dana yang dikelola oleh Pemkab Aceh Timur," ujar Viust.

Usai menyampaikan tuntutan, para delegasi pengunjukrasa diterima oleh Sekdakab, ratusan massa langsung menuju ke gedung DPRK Aceh Timur yang jaraknya 100 meter dari pendopo bupati, dan menyampaikan orasi sama.

Beberapa orang perwakilan masyarakat yang berdemo bertemu dengan Ketua DPRK Aceh Timur sementara, Tgk. Hasanuddin dan beberapa anggota dewan di aula sidang dewan setempat.

Hasanuddin mengatakan belum bisa mengambil keputusan karena anggota DPRK Aceh Timur priode 2009-2014 baru beberapa bulan dilantik. Namun, pihaknya akan mengagendakan untuk dibahas dalam persidangan-persidangan berikutnya.

"Kami baru tiga bulan delapan hari dan sampai hari ini belum membuka buku APBK tahun anggaran 2009, jadi belum tahu sejauhmana realisasi dana yang dikucurkan," ujarnya.

Setelah 30 menit berdelegasi kemudian perwakilan massa ini meninggalkan aula DPRK setempat, dan massa juga meninggalkan pendopo dan gedung dewan pulang ke tempat masing-masing. (analisadaily.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ulon tuan preh kritik ngoen nasihat jih. Maklum ulon tuan teungoh meuruno.