Jumat, 12 Oktober 2018

Bab Sejarah Aceh - Episode: Kerajaan Trumon



KERAJAAN TRUMON DALAM UNTAIAN MATA RANTAI SEJARAH BANGSA

Peta Wilayah Kerajaan trumon

a) ASAL USUL RAJA-RAJA KERAJAAN TRUMON

Asal usul Raja kerajaan Trumon,berasal dari Asia kecil atau dari rumpun suku-suku Bangsa Arab,menurut silsilah kami Ja Thahir berasal dari Baghdad dan hijrah ke Timur dan menetaplah di Bate Pidie (Aceh).
Ja Thahir mempunyaI beberapa orang anak,diantaranya bernama Ja ABDULLAH (DULLAH) juga menetap di BATEE PIDIE.
JA ABDULLAH mempunyai anak di antara lain JA JOHAN,JA JOHAN ini menetap di Tanoh Abee Seulimum,mempunyai anak di antara lain TENGKU JAKFAR salah seorang dari murid TENGKU di ANJONG di PELENGGAHAN.Setelah selesai (tamat) dari belajar agama islam,TENGKU JAKFAR di suruh oleh guru beliau untuk berangkat kesebelah Barat Aceh.

Mula-mula TENGKU JAKFAR menetap di Unjong Seurangga Susoh. Di sini beliau mengajar Agama Islam dan mendapat gelar LABAI,juga di kenal dengan labai jakfar disini beliau tidak berapa lama dan melanjutkan perjalanan sampai kedaerah SINGKIL, dan menetap disini. Atas rahmat Allah TENGKU JAKFAR membuka negri yang disebut PAYA BOMBONG. Kemudian TENGKU JAKFAR membuka perkebunan lada (MERICA) pada suatu dataran sebelah utara singkil yang kemudian disebut TRUMON. Asal kata TRUMON adalah :waktu TENGKU JAKFAR mensurvei dataran tersebut didapatilah sebuah sumur tua dan di tepinya ada sebatang terung jadi dalam bahasa Aceh di sebut: ”TRUNG BINEI MON” lama-kelamaan menjadi “TRUMON”. Demikianlah cerita yang kami terima secara turun temurun.

Negeri yang baru dibuka ini mulai ditata sejak tahun 1780 M dan beliau yang menjadi pengusaha pertama sebagai Raja di negri tersebut dengan nama “KERAJAAN TRUMON”.TENGKU JAKFAR juga bergelar teuku Raja Singkil tapi biasa di sebut Teuku Singkil yang lebih populer.Beliau meninggal di Trumon dalam tahun 1812 M.
TENGKU DJAKFAR alias Tengku Singkil sebelum membangun Trumon telah membangun negeri-negeri Paya Bakong,teluk Abon,Rantau Gedang dan Teluk Rumbia, setelah Trumon dijadikan pusat kerajaan yang merupakan ibu kota kerajaan,maka seperti negeri-negeri lain yang dibangunnya,diangkatlah anak-anak beliau menjadi Ulee Balang sebagai pengusaha dinegeri tersebut. Pada saat ini kerajaan Trumon belum mendapat pengakuan dari Sultan Aceh yang berarti berdaulat penuh.

Pada tahun 1810 kerajaan Trumon telah dikenal oleh bangsa- bangsa Eropah,Asia kecil, India dan Cina.Ini disebabkan perdagangan lada (MERICA) yang begitu maju  dan melimpah sehingga mendatangkan kemakmuran bagi rakyatnya.Maka berdatanglah penduduk dari lain, mengalirnya dengan pesatnya dan menetap di kerajaan Trumon seperti dari Aceh Rayeuk, Nias, bahkan dari Minangkabau pertanian lada sangat meningkatkan hasilnya pun sangat baik kerajaan Trumon satunya yang menghasilkan lada dipantai barat Aceh bagian Selatan. Pada saat ini kerajaan Trumon sudah mempunyai beberapa armada diantaranya yang biasa membawa barang dagangan keluar negeri seperti: Penang, India sampai ke Asia Kecil (TIMUR TENGAH) dengan orang (pedagang) Eropah seperti pedagang Sipatoka (portugis) SPANYOL, Inggris dan Belanda. Armada yang sering keluar negeri yang bernama armada-armada diana dan La-Xemie.

Haji Tengku Djakfar alias Tengku Singkil pernah kawin dengan putri Persi anak dari perempuan Persi ini diangkat menjadi Ulee Balang Paya Bombong (Singkil lama) yaitu anak nomor 11 yaitu TENGKU RAJA SULAIMAN. Melihat Kerajaan Trumon sangat pesat majunya dalam bidang perdagangan, Belanda pun mulai mendekati Kerajaan Trumon. Tapi kerajaan Trumon yang berdaulat menyambut Belanda sebagaimana menyambut/ menerima pedagang lainnya bangsa Eropah. Pada tahun 1812 Teuku Singkil meninggal dan anak beliau nomor 6 dinobatkan menjadi Raja Kerajaan Trumon pengganti Tengku Djakfar alias Tengku Singkil yang bernama TENGKU RAJA BUJANG. Tengku Raja Bujang berpendidikan di Penang.


b) MASA TEUKU RAJA BUJANG MENJALANKAN RODA PEMERINTAHAN KERAJAAN TRUMON

Semenjak roda pemerintahan dikendalikan oleh TEUKU RAJA BUJANG perdagangan bertambah maju dengan luar negeri,sebab beliau sangat bijaksana dan ahli mengatur negeri dan rakyatnya,kerajaan Trumon bertambah makmur kemakmuran sehingga kerajaan Trumon dikenal oleh negeri pantai Barat Sumatera.Pada masa Teuku Raja Bujanglah Sultan Aceh mengakui Kerajaan Trumon selaku anak kerajaan Aceh dengan mendapat CAP SIKUEREUNG (STEMPEL KERAJAAN). Pada saat ini kerajaan tersusun begitu baik saudara-saudara beliau yang diangkat menjadi Ulee Balang anak nomor 4 dari Tengku Djakfar, TEUKU MHD.THAHIR dikukuhkan menjadi Ulee Balang buloh seuma, anak (saudara) beliau nomor 9 yang bernama TEUKU NYAK HAJI dikukuhkan menjadi Ulee Balang Limbang. Saudara beliau nomor 10 yang bernama TEUKU RAJA MAK AREH dikukuhkan menjadi Ulee Balang Kayee Meunang (SINGKIL LAMA). Saudara beliau nomor 11 yang bernama TEUKU RAJA SULAIMAN dikukuhkan menjadi Ulee Balang Paya Bumbong. Teuku Raja Bujang bersaudara 16 orang (lihat silsilah) Ulee Balang yang tersebut diatas membangun negerinya menurut kebijaksanaan yang telah direncanakan dari pusat Kerajaan di Trumon.

Pada 17 Maret tahun 1824 Kerajaan Trumon berhasil membuat perjanjian dengan Belanda, dalam hal ini Belanda hanya dibenarkan berdagang saja tidak mencampuri urusan pemerintahan Kerajaan Trumon, saling hormat menghormati dan tidak melanggar kedaulatan Kerajaan Trumon dan menghormati adat- istiadat kerajaan.Dalam perjanjian tersebut, Belanda diwajibkan membayar 2.400 Gulden pada kerajaan Trumon setiap tahun sebagai upeti. Pada tanggal 4 Desember 1824 sebuah kapal perang Aceh dibawa pimpinan DIMARAH yang dibiayai oleh kerajaan Trumon,secara diam-diam menyusup memasuki benteng Belanda PORT TAPANULI di Pulau Poncan. Pasukan ini hanya berjumlah 12 orang saja, tapi dapat mengobrak-abrik pasukan Marsose Belanda dengan menyergap satu persatu Marsose Belanda yang mengawal benteng Belanda .Benteng Port Tapanuli ini dipersenjatai meriam Kaliber besar, namun dalam sekejap mata benteng tersebut dapat dikuasai sepenuhnya oleh DIMARAH CS.

Selesai pasukan Dimarah menghancurkan meriam-meriam dan alat-alat perbekalan perang lainnya yang tidak dapat dibawa dan mereka pun bertolak menuju Barus.Kejadian hancurnya benteng Port Tapanuli tersebut membuat Belanda menjadi panik kemudian Belanda berusaha mencari sebagai penengah setidak-tidaknya mendekati kerajaan Trumon. Kiranya Belanda tidak merasa curiga pada kerajaan Trumon, atas kejadian terhadap benteng tersebut. Yang pada hakikatnya adalah gagasan yang diprakarsai dengan rencana yang matang dari kerajaan Trumon sendiri.

Karena kalau Belanda terlalu kuat dipulau Poncan, armada-armada asing yang mau memasuki pelabuhan-pelabuhan dalam wilayah kerajaan Trumon mengalami kesulitan.Yang dianggap oleh Kerajaan Trumon menganggu kelancaran dibidang perdagangan.Dalam tahun 1827, kerajaan Trumon pernah membantu perang PADRI yang dipimpin oleh TUANKU IMAM BONJOL, diantaranya : peralatan perang dan mesiu. Armada kerajaan Trumon dalam rangka menjelajahi pantai Barat Sumatera yang dipimpin langsung oleh TEUKU RAJA BUJANG pernah singgah di Bengkulu.Pada masa itu Raja yang memerintah Bengkulu bernama SULTAN ZAINUDDIN. 

Teuku Raja Bujang dan Sultan Zainuddin mengikat persahabatan yang sangat akrab,yaitu persahabatan persaudaraan. Sebagai bukti persahabatan-persaudaraan mereka itu Sultan Zainuddin memberikan saudara kandungnya pada Teuku Raja Bujang 2(dua) orang, seorang laki-laki dan seorang perempuan.Yang kemudian sesampai di Trumon oleh Teuku Raja Bujang dikawinkan dengan saudaranya, yang laki-laki dikawinkan dengan saudara perempuannya dan yang perempuan dikawinkan dengan saudaranya yang laki-laki. Demikianlah asal usul dari kaumnya yang dikenal yaitu HAJI BUSTAMAM.

Pada tahun 1835 Teuku Raja Bujang meninggal dunia, Raja kerajaan Trumon digantikan oleh anaknya berusia 13 tahun, ibu dari Raja Batak ini adalah seorang puteri Inggeris, anak dari nakhoda Kelurahan Sawahan sekarang ini. Karena Teuku Raja Batak masih dibawah usia roda pemerintahan Kerajaan Trumon dijalankan oleh pamannya yang bernama TEUKU RAJA MAK AREH anakno.10 dari TENGKU SINGKIL yang menjadi Ulee Balang Kayee Menang (singkil lama). Teuku Mak Areh menjabat jabatan raja Kerajaan Trumon dari tahun 1835 S/D 1843.
Baru dalam usia kurang lebih 19 tahun Teuku Raja Fansurna Alamsyah alias Teuku Raja Batak telah menjalankan roda pemerintahan Kerajaan Trumon. 

Pada zaman inilah Kerajaan Trumon mencapai puncak kejayaannya. Teuku Raja Batak membangun benteng-benteng pertahanan yang agung dimasa itu, diantaranya: benteng Kuta Batee (yang sekarang masih ada, selain dirusak oleh Jepang sekarang sudah banyak pula yang dimakan masa), Kuta Tambak yang sudah didatarkan oleh tentara Jepang dan banyak benteng-benteng yang lain seperti Kuta Baroo, Kuta Teungoh dan lain-lain.

Kuta Batee diperlengkapi dengan 32 pucuk meriam yang arsitektur Barat.Kerajaan Trumon pada masa itu sangat makmur yang dirasakan oleh segenap lapisan rakyat,pada masa ini Kerajaan Trumon telah mempunyai mata uang sendiri sebagai alat tukar yang sah dalam negeri Kerajaan Trumon dan diakui oleh pedagang-pedagang yang datang menjual dan membeli barang dagangan.

Pada tahun 1884 Teuku Raja Fansurna Alamsyah meninggal dunia, anak no.6 dari TEUKU FANSURNA ALAMSYAH alias TEUKU RAJA BATAK yang bernama TEUKU RAJA ISKANDAR dinobatkan menjadi raja Kerajaan Trumon,selama pemerintahan Kerajaan Trumon berada ditangan Teuku Raja Iskandar kejayaan trumon mulai menurun,wilayah-wilayah takluk kerajaan sudah banyak dikuasai oleh Marsosee Belanda seperti willayah-wilayah diSingkil dan sekitarnya.

Belanda sangat bernafsu untuk menguasai seluruh kerajaan Trumon untuk itu belanda mempelajari titik-titik kelemahan dari kerajaan Trumon sebagai mana yang telah pernah dipraktekkan pada kerajaan lain yang ada di Nusantara ini yang mana kerajaan Trumon tidak ada bedanya dengan Aceh yang lainnya,politik yang disarankan oleh SNOCHORGANYE dalam parlemen Belanda yang diterima baik oleh parlemen Belanda masa itu yaitu politik busuknya yang kita kennal dengan sebutan “devide et impera” dengan maksud dipecahkan dan adu dombakan kemudian kuasailah. 

Yang sampai sekarang pun masih terasa dalam tubuh masyarakat kita yang dipergunakan oleh golongan-golongan tertentu untuk mengrongrong kita dengan tidak disadari oleh keturunan raja-raja kerajaan Trumon yang mana Belanda sedang mengsiasati mereka,maka terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan dalam Kerajaan Trumon pada masa itu pada tanggal 6 November 1893 terjadilah pembunuhan atas diri raja Kerajaan Trumon yang dilakukan oleh wali-wali Teuku Raja Iskandar sendiri untuk merebut kekuasaan.Pada tanggal 7 November 1893 meninggallah Teuku Raja Iskandar dan digantikan oleh kakak kandungnya yang bernama TEUKU RAJA DJAKFAR alias TEUKU HAJI RAYEEK.

Benteng Kuta Batee

c) Masa Pemerintahan Teuku Haji Djakfar aiias Teuku Haji Rayeek (1893 s/d 1903)

Pada tahun 1893 Teuku Haji Djakfar alias Teuku Haji Rayeek diangkatlah beliau menjadi Raja Kerajaan Trumon yang mendapat restu dari Belanda walaupun pada masa itu pemerintahan Teuku Haji Djakfar telah mulai Belanda mencampuri urusan pemerintahan namun Kerajaan Trumon belum dapat dikuasai sepenuhnya oleh Marsose Belanda.Pada tahun 1903 Teuku Haji Djakfar meninggal dunia, roda pemerintahan Kerajaan Trumon dijalankan oleh TEUKU MUDA NANGGROY selaku Mangku Bumi.

d) Masa Mangku Bumi Teuku Muda Nanggroy (1903 s/d 1907)

Pada masa pemerintahan Mangku Bumi Teuku Muda Nanggroy roda pemerintahan Kerajaan Trumon sudah sangat menurun perdagangan sudah morat-marit dan Belanda tidak mau membayar upeti pada Kerajaan Trumon, keadaan keuangan Kerajaan sudah sangat merosot sehingga Kerajaan hampir-hampir tidak dapat menutupi anggaran belanja Kerajaan. Walaupun demikian sulitnya Mangku Bumi tetap menolak tawaran Belanda untuk membantu keuangan Kerajaan asal Mangku Bumi mau memberi hak pada Belanda untuk mengatur perdagangan Kerajaan Trumon. Mangku Bumi Teuku Muda Nanggroy adalah suami dari CUT NYAK AN anak no.5 dari Teuku Raja Batak,tepatnya adik dari Teuku Raja Iskandar.

e) Masa Teuku Raja Nasruddin Menjalankan Pemerintahan Kerajaan Trumon {1907 s/d 1912}

TEUKU RAJA NASRUDDIN alias TEUKU RAJA BIJE LADA atau TEUKU RAJA TUHA anak pertama dari TEUKU RAJA ISKANDAR yang mendapat pendidikan sekolah Raja di Bandung, masa ini Kerajaan sudah sangat relatif daif (lemah). Belanda mulai melancarkan tekanan-tekanan pada Kerajaan,Belanda telah berani melanggar kedaulatan Kerajaan,tapi Kerajaan Trumon sudah tidak mampu menghadapi secara terbuka. Karena sekeliling Kerajaan Trumon sudah dikuasai oleh Marsose Belanda. oleh karena itu rakyat Kerajaan Trumon tidak tinggal diam, mereke bergerilya (Muslimin) menghadang pasukan-pasukan Marsose Belanda, seperti yang terjadi di GUNUNG KAPOO, DIKRUENG LUAS, dll tempat karena perlawanan yang diadakan Muslimin ini dibantu oleh Kerajaan secara rahasia dan diam-diam, dengan didapatkannya pedang kerajaan yang seharusnya berada diistana kerajaan, ternyata ada ditangan panglima Muslimin yang gugur (syahid) padapertempuran diKrueng Luas. Oleh karena itu raja dituduh membantu kaum Muslimin dan ditangkap diasingkan ke KOETA RADJA Aceh Rayeek pada tahun 1912, tidak dibolehkan pulang ke TRUMON selama 5 tahun dan tidak dibenarkan berpergian keluar negeri seperti Penang dan Malaka, Singapore dll walaupun demikian Teuku Raja Nasruddin aktif dalam partai politik pada masa itu yaitu PARTAI SERIKAT ISLAM.

f) MASA TEUKU RAJA LEK MENJADI RAJA NEGERI TRUMON {1912 S/D 1927}

Pengganti Teuku Raja Nasruddin oleh kaum/wali diangkat TEUKU RAJA LEK alias TEUKU RAJA MUDA atas saran Belanda diangkat pula Teuku Raja Lek sebagai wakil (perwakilan Belanda) di Negeri Trumon dengan pangkat “ZELFBESTUURDER” yang pertama di negeri Trumon. Maka turunlah Alam Kuning diganti oleh segitiga warna bendera Belanda. Sejak itu kerajaan Trumon hanya tinggal nama saja lagi, urusan-urusan pemerintahan Trumon sudah dicampuri pemerintahan Hindia Belanda, hanya mengenai adat kebudayaan dan agama yang tidak dicampurinya, tapi tetap dalam pengawasan yang ketat. Rakyat Trumonsudah tidak sabar lagi, Fisabilillah mulai dikobarkan di setiap penjuru negeri, maka terjadilah penyergapan-penyergapan terhadap Marsose-Marsose Belanda setiap memasuki wilayah negeri Trumon. Hal ini direstui oleh Teuku Raja Lek yang didukung oleh Panglima kaum dan Imeum Tuha secara sangat rahasia.

Bekas Ibu Kota Kerajaan Trumon dahulu

Pada tahun 1924 diadakan kerapatan adat secara rahasia oleh Teuku Raja Lek alias Teuku Raja Muda secara sangat terbatas yang dihadiri oleh pemuka-pemuka rakyat, kaum tuha 4 panglima kaum dan imeum tuha yang hadir ini adalah orang-orang yang dipercayai oleh Raja. Karena didalam kaum atau pun wali raja sendiri pada masa itu ada yang tidak dapat dipercayai.

Hasil dari kerapatan itu antara lain :
Menentang Belanda secara Muslimin dan tetap berprinsip mengusir/menentang kegiatan Belanda di Negeri Trumon, dan Raja berjanji membantu biaya Muslimin serta menolak permintaan Belanda meminta beli Desa Seuleukat atau pun di sewa. Atas kebijaksanaan Teuku Mamad (Teuku Muhammad) panglima kaum sebelum Belanda mengambil secara kekerasan, panglima kaum berpendapat, bila Seuleukat sudah berada dalam penguasaan Belanda Negeri Trumon ini bertambah terancam, sebab pertahanan Belanda sudah dapat dikatakan berada dalam Negeri Trumon. 

Seuleukat akan dijadikan benteng yang sangat kokoh ditambah pula Lhok Jamin akan dijadikan pangkalan armadanya. Maka Teuku Lek alias Teuku Raja Muda menganjurkan/ meminta supaya panglima kaum dibantu oleh imeum tuha dan Teuku Sareeh untuk menemui Teuku Cut Ali, secara sangat rahasia. Agar Teuku Cut Ali sudi dengan rasa tanggung jawab terhadap negeri dan kelangsungan hidup kerajaan Trumon, bersedia diangkat menjadi panglima perang (Muslimin) untuk mengusir Belanda dari Bumi Trumon dan seluruh biaya akan ditanggung oleh kaum dan raja.

Teuku Cut Ali menerima tawaran itu dengan penuh tanggung jawab dengan kesadaran yang penuh “tidak diangkat pun menjadi panglima pun kami beserta kawan-kawan telah bertekad untuk mengusir kafir dari negeri pusaka ini”. Demikian jawab Cut Ali pada utusan yang diutus oleh Teuku Raja Muda yang dipimpin oleh panglima kaum Teuku Mamad (teuku muhammad). Atas nama raja panglima kaum menginstruksikan pada panglima Teuku Cut Ali sebagai berikut : 
PERTAMA, perang jangan diadakan didalam wilayah kerajaan Trumon, ini untuk menghilangkan perhatian atau pemusatan Marsosee ke wilayah Negeri Trumon yaitu Seuleukat.
KEDUA, supaya rahasia ini betul-betul terjaga dengan baik dan Belanda tidak mencurigakan raja sekongkol dengan Muslimin demikian juga pengkhianat-pengkhianat yang ada dalam negeri sendiri, atau musang berbulu ayam tidak menaruh curiga terhadap raja, Teuku Cut Ali CS. 

Sebelum meninggalkan negeri Trumon terlebih dahulu mengadakan penyerangan dengan tujuan Istana Raja(rumoh dua lapeh).Tapi jangan memasuki istana, karena diistana sudah siap pula menjaga penyerangan dari kaum Muslimin. Pula kami telah mencium rencana penyerangan Muslimin. Demikianlah panglima kaum menginstruksikan kepada panglima Muslimin Trumon Teuku Cut Ali,yang kemudian dijalankannya menurut perintah yang diterimanya.

g) SEKILAS MENGENAI PANGLIMA TEUKU CUT ALI CS

Teuku cut ali sebelum di angkat menjadi Panglima Muslimin Negeri Trumon beliau telah terlebih dahulu membentuk Muslimin bersama kawan-kawan beliau yang tidak senang melihat belanda campur tangan dalam pemerintahan Negeri Trumon.rekan-rekan beliau yang terdekat dan seide dengan beliau di antara lain: teuku molot, teuku cut beudoh, teuku itam, mahyuddin, aceh belin, raja bada, teuku ben dan lain-lain. Mereka ini adalah putra-putra trumon asli dan teuku Cut Ali sendiri pun masih keturunan Raja Trumon.

Teuku Cut Ali CS meninggalkan Negeri Trumon menuju Bakongan dan bergabung dengan muslimin yang di pimpin oleh Teuku Raja Angkasa. Dalam perang di tunong Bakongan sisi Aceh gugur {syahid} bersama syahidnya Teuku Raja Angkasa tahun 1925. Teuku Cut Ali CS terus menuju ke Utara dengan sasaran kluet, dikluet Utara Teuku Cut Ali CS membuat pertahanan di gunung pinyai dan disini Teuku Cut Ali CS menghadang Marsosee Belanda beberapa kali yang banyak mengundang kerugian Marsosee Belanda sehingga seorang opsier Belanda yang berpangkat Kapten menemui ajalnya di tangan Teuku Cut Ali, Kapten tersebut dikenal umum dengan sebutan KAPTEN PARIS yang tidak mempan dengan senjata tajam.

Karena tempat persembunyian mereka di Gunung Pinyai telah dicium masukan Marsosee Belanda Teuku Cut Ali Cs akan pindah lebih keUtara lagi ke Terbangan. Tapi rencana beliau gagal, pasukan Marsosee Belanda tidak menyia-nyiakan waktu langsung mengepung Gunung Pinyai dengan penyerangan yang gencar dan gugurlah Teuku Cut Ali sebagai syuhada dalam tahun 1927.

Kemudian Belanda mengetahui pula yang mana Muslimin yang dipimpin Cut Ali dibiayai oleh raja Trumon. Teuku Raja Lek alias Teuku Raja Muda diberhentikan menjadi Raja Negeri Trumon dan diasingkan di Kota Raja dan tidak boleh pulang ke Negeri Trumon. Teuku Raja Lek diganti oleh TEUKU RAJA HUSIN anak no.4 dari Teuku Haji Djakfar alias Teuku Haji Rayeek.

Benteng Kuta Asan

h) MASA TEUKU RAJA HUSIN MENJADI RAJA NEGERI TRUMON

Tidak ada bedanya dengan Teuku Raja Lek TEUKU RAJA HUSIN pun demikian juga. Selain menjadi Raja yang diangkat oleh Belanda menjadi ZELFBESTUURDER yang kedua dinegeri Trumon. Pada saat beliau dilantik menjadi Zelfbestuurder Negeri Trumon, Teuku Raja Husin mengadakan suatu traktat atau perjanjian dengan Belanda sebagai berikut :

a) Belanda tidak dibenarkan campur tangan dalam pemerintahan negeri Trumon,terkecuali diminta
b) Setiap Marsosee Belanda tang berpatroli dari Bakongan ke Singkil dan sebaliknya diharuskan melapor sepekan sebelum dilakukan/ dilaksanakan, ini demi untuk keselamatan Marsosee dan tidak menimbulkan kerusuhan dalam negeri Trumon.
c) Belanda tidak dibenarkan membangun befak atau tangsi di dalam wilayah negeri Trumon

Belanda mengakui mata uang negeri Trumon sebagai alat tukar yang sah didalam negeri Trumon (dengan kurs tukar 1 Benggol Gulden sama dengan 3 Peng Trumon)
Belanda memaksa raja Negeri Trumon Teuku Raja Husen untuk menerima imbalan yang dikemukakan oleh Teuku Raja Husen sebagai berikut :

1) Alam kuning bendera Negeri Trumon diturunkan dan dapat dikibarkan dalam setahun selama dua pekan (dalam hal ini oleh kerapatan adat negeri Trumon kemudiannya ditetapkan pada bulan maulud akhir sama dengan jumadil akhir setiap tahunnya)
2) Dimuka Istana diwajibkan mengibarkan bendera belanda karena Raja juga selaku perwakilan Belanda diNegeri Trumon dengan pangkat Zelfbestuurder.
3) Negeri Trumon tidak dibenarkan berhubungan dengan luar Negeri dengan kerajaan-kerajaan lainnya jika tidak seizin pemerintah Belanda.
Dalam hal ini kerapatan adat Negeri Trumon, merasa sangat berat menerimanya,tapi apa hendak dikata Kerajaan Trumon hanya tinggal namanya saja lagi,kekuatan sudah lumpuh sama sekali, apa lagi sekeliling Trumon sudah mutlak dikuasai oleh Marsosee Belanda.

Satu-satunya jalan bagi Teuku Raja Husen mencanangkan kepada rakyatnya pembangunan kembali Negeri Trumon,diatas puing-puing kehancuran itu, Teuku Raja Husen bercita-cita membangun kembali Trumon sesuai dengan keadaan zamannya.

Pada tahun 1934, Teuku Raja Husen mulai membuka jalan raya yang menghubungkan Negeri Trumon dengan Bakongan dengan bekerja keras bersama rakyatnya dapat diselesaikan dengan sempurna dalam tahun 1936, telah dapat dipergunakan dan dimamfaatkan oleh rakyat Negeri Trumon sebagai sarana transportasi memudahkan lalu lintas barang dagangan dan lain-lain demi kemakmuran rakyat Negeri Trumon.
Teuku Raja Husen selain berpendidikan sekolah Raja juga berpendidikan sekolah lombou di Ferdekok (Bukit Tinggi Sumatera Barat). Karenanya beliau juga bercita-cita menjadikan Negeri Trumon,Negeri Agraris (pertanian).

Begitu keras cita-cita beliau langsung turun ke lapangan untuk mendidik rakyatnya menjadi petani-petani yang ulet. Teuku Raja Husen mengajar cara-cara bertanam padi dengan teratur supaya dapat mudah merumput dengan alat pembuang rumput atau alat penyiang rumput padi sawah, subuh-subuh beliau sudah sampai kesawah rakyat untuk mengontrol secara langsung siapa- siapa yang tidak mengerjakan sawah. Kalau sipetani yang tidak mengerjakan sawahnya sakit segera disuruh berobat keklinik. Tapi bila ternyata petani itu malas,petani tersebut mendapat hukuman dan hukuman yang diberikan padanya bekerja di sawah beliau selama satu pekan makan minum ditanggung oleh Raja. Dianjurkan setiap pemuda negeri Trumon diwajibkan berkebun tanaman tua sekurang-kurangnya 25 batang apakah cengkeh, kelapa, pala dan lain-lain boleh dipilih, bila seorang pemuda tidak memilikinya sipemuda tersebut tidak boleh dinikahkan. 

Dalam hal ini pun diterima dalam kerapatan adat Negeri Trumon yang diketuai oleh panglima kaum. Segala sesuatu yang menuju kepada kesejahteraan rakyat ditata sebaik mungkin setiap penduduk yang meninggal dunia diwajibkan melapor pada kerajaan, setelah diterima laporan langsung pada keluarga yang ditimpa musibah itu diserahkan uang sejumlah satu ringgit Gulden dan kain kapan untuk satu lapis.
Bila sudah tiba bulan Maulud akhir (jumadil akhir) berarti bulan dikibarkan alam kuning dengan kata lain peudong gualam. 

Berdatanglah rakyat menyaksikan dan sekurang-kurangnya Ulee Balang, Mukim dan Keuchik disetiap negeri menghadirinya seluruh negeri dihiasi dengan gaba-gaba dan Murawa, pada malam harinya rakyat setiap Mukim mengadakan permainan rakyat,seperti : Seudati, Dabus, rateep (ratoh) sikabang, tari-tarian rakyat, sidang deria dan lain-lain.
Dalam tahun 1940 Charda Gubernur Jenderal yang terakhir dari Hindia Belanda dari Batavia datang ke Trumon menemui Teuku Raja Husin.Tujuan kedatangan Gubernur Jenderal tersebut untuk memberi kemerdekaan penuh kepada Negeri Trumon sebagai kerajaan berdaulat, terlepas dari pengaruh pemerintahan Hindia Belanda, tapi Teuku Raja Husen tidak menerimanya sebab Teuku Raja Husin sudah mengadakan filling terlebih dahulu dengan rekan beliau Teuku Nyak Areh di Kuta Raja. Teuku Raja Husen bersedia menerima kemerdekaan, bila seluruh Aceh dimerdekakan Gubernur Jenderal Charda berjanji “untuk seluruh Aceh diberikan sesudah perang di Eropah selesai”.

Cita-cita Teuku Raja Husen untuk membangun negerinya dengan sempurna, dibidang pertanian baru taraf membangun irigasi, seperti irigasi di Jambo Dalem yang masih utuh sampai sekarang. Irigasi Tuwi Uleea Keubeu dan Depie yang telah ambruk di makan masa karena tidak ada perawatan,juga di bidang perdagangan dan menata perkampungan rakyat,keseluruhan menjadi musnah sebab di tahun 1942 Jepang telah menduduki Negeri Trumon dan Teuku Raja Husen ditangkap dan diasingkan diluar Negeri Trumon. Karena Teuku Raja Husen memperisterikan seorang perempuan Indo-Belanda, maka lenyaplah sudah cita-cita yang luhur itu

ADAT ISTIADAT

Adat yang berlaku dan berkembang di Kerajaan Trumon sebagaimana adat yang ada di Aceh Rayeuk, adat bak Po teumeureuhom hukum na bak Syiah Kuala. Yaitu adat yang bersumber dari Darussalam semasa zaman SULTAN ISKANDAR MUDA. Seperti pada perhelatan perkawinan, antat bu pada hamil pertama oleh mertua dan sanak famili, peutron manoe aneuk, sunat rasul, serahkan anak pada Tengku untuk mengaji dan lain-lain.

KEBUDAYAAN

Kebudayaan sebagaimana lazimnya didaerah-daerah lain di Aceh ini demikian pula di Negeri Trumon sampai pada saat sekarang, umpamanya seudati, ratooh duek, zikir/dalaee, pencak silat, seudang deria, dan sebagainya. Ini yang dapat kita samakan dengan apa yang ada didaerah Aceh lainnya. Kebudayaan yang hanya kita dapat dipantai Barat Aceh pada umumnya seperti Dabooh, meuen peudeung, sawuk ranter seu'uem, groop lam apui, pajooh dama seuum dan lain-lain. 

MATA PENCAHARIAN

Pada umumnya penduduk Negeri Trumon, mata pencahariannya bertani, nelayan, pandai mas, pandai besi, pertukangan, sulam-menyulam, dan anyam-menganyam.
Pada masa TEUKU RAJA FANSURNA ALAM SYAH alias Teuku Raja Batak, penduduk kerajaaan Trumon lebih kurang 60000 jiwa. Jika dibandingkan dengan sekarang hanya berjumlah lebih kurang 10000 jiwa ini disebabkan :

A. Trumon pernah dilanda wabah Kolera dan cacar diperkirakan dalam tahun 1885.
B. Penduduk banyak keluar dari Negeri Trumon karena merasa tidak aman, Trumon menjadi basis kaum anti kape (Belanda) yaitu : MUSLIMIN. Sedangkan Panglima Muslimin adalah keluarga Raja dan dibantu pula oleh kerajaan.
C. Dengan didudukinya Trumon oleh bala tentara Jepang dan dijadikan wilayah ini sebagai daerah pertahanan dalam menghadapi tentara sekutu dikenal dengan sebutan : Perang Timur Raya.
D. Sejak zaman kemerdekaan s/d 1965 Trumon merupakan daerah terisolir, jalan sebagai sarana ekonomi rakyat hancur sama sekali karena tidak ada perhatian yang berwajib (pada masa itu diperoleh dan dikelola oleh PKI yang tidak senang melihat negeri yang berbudaya masih ada peninggalan-peninggalan sejarah)

SILSILAH RAJA-RAJA KERAJAAN TRUMON

TEUKU RAJA SINGKIL (TEUKU DJAKFAR)

PUTRA- PUTRI TEUKU DJAKFAR

A.TEUKU PURBA
B.TEUKU NAHODA RABU 
C.TEUKU HAJI KUTA 
D.TEUKU GADVONG 
E.TEUKU DORAHIM

Sumber: http://uznynasa.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ulon tuan preh kritik ngoen nasihat jih. Maklum ulon tuan teungoh meuruno.

Seulamat Uroe Raya

Admin Blog Atjeh Pusaka mengucapkan Seulamat Uroe Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H... Neu peu meu'ah lahee ngon batein...